MOHAMMAD PONARI was a typical kid in the impoverished East Java village of Balongsari. Then, quite literally, lightning struck.
The nine-year-old, who had been playing in the rain in his front yard, was hit by a thunderbolt. But to the astonishment of his friends, he was unharmed.
All the more bizarre, according to his village chief and family, was that when Ponari came to, he found a stone the size of an egg on his head, and became convinced he possessed special healing powers.
A boy next door afflicted by a fever was his first patient.
The stone was placed in a glass of water and the boy, Lintang, drank deeply. The fever vanished.
Then another neighbour approached him, a woman aged in her 30s who had suffered from a depressive condition for 15 years. She, too, was healed.
The miracles, big and small, kept coming, said Nila Retno, the local village chief.
"My arm was sprained. The water touched by stone was given to me and I applied the water to my sprained arm. Suddenly, I was OK again," she said.
The district police commissioner, Sutikno, a devout Muslim who will be making the pilgrimage to Mecca this year, recounted his experience.
"I was inside the house talking to the boy and his family. Together with me in the house was a boy of his age who hadn't spoken for five years," Sutikno said. "Ponari shook him. The boy reacted and they started fighting, like wrestling and pulling each others' hair … then, a few moments after the fighting, the boy started to talk."
What did he say? "He said 'I'm scared'." The tales of miraculous healing spread quickly. Within a week of the lightning strike, hundreds of local villagers were lining outside Ponari's modest home.
A week later, the ailing, the lame and the curious were coming from as far afield as Malaysia. Thousands queue each day in lines stretching for kilometres, carrying plastic bags of water ready to be transformed into an elixir by the magical stone.
Stampedes have erupted on at least three occasions, resulting in the deaths of three and injuries to dozens more.
The extraordinary scenes in Balongsari highlight the strong grip that mysticism retains over many Indonesians, and Javanese in particular.
While Islam is the most popular religion in Indonesia, it is infused with supernatural beliefs that have been part of Indonesian culture since pre-history, incorporating elements of animism, Buddhism and Hinduism - religions that have at one time or another dominated Java.
Commonly known as dukuns, these shamans and healers can be found in most villages and city shanty towns. Many double as Islamic clerics and offer services ranging from alternative medical treatments, to guidance in romantic affairs and fortune telling.
The dukun santets are dukuns who cast spells and practise black magic. In 1998, 200 supposed dukun santets were massacred in East Java in a mysterious series of killings that has never been solved.
Politicians frequently seek the guidance of dukuns - most famously the former dictator Soeharto. Magazines proliferate tracking the latest development in the paranormal world, packed with advertisements from dukuns spruiking their other-worldy abilities.
As for Ponari, he stopped administering his miracle cures this week after tending to tens of thousands of patients. The public disorder forced police to remove Ponari to an undisclosed location.
Even so, as much as 1 billion rupiah ($129,000) has been raised through a charity box outside his home. This, many adherents to mysticism believe, was poor form. Dukuns are not supposed to profit from their activities.
According to Retno, Ponari said he had been "scolded" by the stone for accepting envelopes crammed with cash.
And Ponari himself has now fallen ill, struck by bouts of fever and nausea. Exhaustion, most likely. Or perhaps a sign of displeasure from the spirit world.
Face book dan Narsisme Remaja.
Facebook adalah fenomena baru di kagat cyberspace. Penggunaanya meningkat setiap bulan, tercatat ada 175juta pemilik akun facebook di seluruh dunia. Diperkirakan 2 bulan kedepan mencapai 2000 juta orang. Bahkan diramalkan facebook akan mengalahkan popularitas google.
Para remaja juga senang ber-facebook ria. Mereka kecanduan facebook karena ia mengeluarkan banyak inovasi baru. Facebook bukan hanya tempat nongkrong tapi juga tempat bersosialisasi gaya baru. Pengguna facebook bisa bertemu teman lama, mengomentari foto, membuat blog, bahkan chatting dengan sesame anggota facebook yang sedang online. Remaja percaya bahwa melalui facebook, popularitasnya remaja bisa naik.
Padahal, banyak kasus terjadi karena demam facebook. Banyak tangan-tangan tidak bertanggung jawab membuat akun facebook palsu. Lebih parahnya mereka menampilkan foto-foto tidak pantas dilihat.
Tapi efek paling negative dari kecanduan facebook adalah naiknya kadar barsisme remaja, yang sedang mengalami masa peralihan dari anak-anak ke dewasa.Menurut penleitihan menujukan remaja yang kecanduan berfacebok akan merasa dirinya yang paling populer dan merasa paling update. Dan parahnya sering kali sifat narsis tersebut dibawa juga ke dunia nyata.
Istilah narsis berasal dari mitologi Yunani. Dikisahkan seorang pemuda bernama Narcissus jatuh cinta pada bayangannya sendiri, karena ia dikutuk oleh dewi yang cintanya ditolak.
Gangguan kepribadian dimana pengidapnya mencintai diri sendiri secara berlebihan, kemudia dikenal sebagai narcisstic personality disorder. Menurut Jeffrey nevdi dalam psikologi abnormal, penderita narcis memiliki rasa bangga atau keyakinan yang berlebihan terhadap diri sendiri dan kebutuhan yang ekstrim akan pemujaan.
Mereka membesar-besarkan prestasi dan berharap orang lain menghujani pujian. Pengidap narsistik bersifat self absorbed dan kurang memiliki empati terhadap orang lain.
Mitchell JJ dalam Natural Limination Youth mengatakan ada lima penyebab narsisme pada remaja. Yang pertama kecenderungan remaja mengharapkan perlakuan khusus. Hali ini terjadi karena sejak kecil penderita narsistik terlalu sering dipuji oleh keluarga dan lingkungan sekitar.
Penyebab lain adalah kurang empati dan sulit memberi kasih sayang. Faktor narsisme yang paling gawat adalah remaja belum punya control moral yang kuat dan kurangnya rasionalisme mereka. Padahal narsisme satu langkah menuju megalomania yakni penyakit psikologis yang diidap oleh Hitler..
Pengidap megalomania sangat tidak suka ditentang dan merasa dirinya paling benar. Orang tua sebaliknya mengontrol aktiftas online anak. Remaja boleh jejaring di facebook, asal bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan teman baru ataupun lama.
huuua.
gara-gara tugas bu is.
kelompokku harus wawancara jm9 malem.
padahal kan ma mamaq gg bleh kluar malem.
haha.
tp siip buad orang sakuku.com yang ramah.
makasih buad orang sakuku.
hehe.
Menganalisis Iklan Pond’s
Iklan, sebagai salah satu cara promosi yang dilakukan oleh perusahaan –perusahaan besar (boleh dibaca: perusahaan multinasional) guna menjaring lebih banyak konsumen. Hal ini dimaksudkan agar lebih banyak konsumen yang membeli produk hasil produksi mereka. lewat promosi ini, produk mereka dapat lebih banyak dikenal oleh masyarakat luas, sehingga kemungkinan produk mereka dikonsumsi juga lebih besar. Cara untuk promosi pun sudah semakin pesat, dari selebaran, reklame, iklan di media cetak sampai di media elektronik, televisi. Dengan semakin berkembangnya jaman, iklan yang ditampilkan pun samakin beragam dan semakin kreativ dalam menawarkan pesan yang ingin disampaikan
Pada makalah ini akan dibahas tentang iklan produk Pond’s dimana seperti sudah diketahui bahwa produk Pond’s adalah produk perawatan wajah yang sangat laris dipasaran. Informasi yang diperoleh dari internet mengenai survei yang dilakukan terhadap 1,000 orang wanita tesebut memaparkan bahwa 40% menyatakan mengetahui tentang produk Pond’s dan sebanyak 18% menyakan menyukai merek Pond’s. Wow.. sungguh keberhasilan produksi yang sangat bagus.
Tapi perlu dipahami juga bahwa produksi yang amat menggembirakan tersebut tak lepas dari faktor-faktor yang mendukungnya mengapa produk Pond’s ini sangat diminati oleh banyak orang khususnya wanita. Satu hal yang besar pengaruhnya dalam pemasaran suatu produk adalah strategi promosi dari produk salah satunya melalui iklan. Iklan berfungsi bertujuan untuk memperkenalkan produk atau membangkitkan kesadaran merk sehingga dapat membujuk khalayak untuk membeli produk yang ditawarkan.
Dan sekedar menginformasikan bahwa periklanan sangat mempengaruhi disamping faktor-faktor lain. Dan dapat dilihat pada gambar dibawah ini bahwa periklanan termasuk yang mempengaruhi dalam tingkat penjualan.
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
Dibawah ini penjelasan tentang mendiskripsikan iklan cetak Pond’s yang tertera pada Majalah Nova edisi…….
1. Target Marketing Iklan
Menanggapi hasil survei diatas tersebut tentunya sudah dapat dilihat bahwa sesungguhnya formula Pond’s (pembersih dan pelembab) memang tepat untuk karakter kulit wanita di
Melalui strategi promosinya kebanyakan iklan-iklan yang diusung oleh manajemen Pond’s mencoba mengaktifkan pengenalan masalah kepada wanita mengenai pentingnya menjaga dan merawat kecantikan kulit sejak dini.
Target pemsaran dari produk Pond’s Flawless White tersebut adalah untuk wanita dewasa.
Mengapa wanita dewasa?.
Yang pertama dilihat dari segi psikologisnya. Karena dengan berawal dari memiliki kulit yang cantik, dianggap akan menambah rasa percaya diri wanita sehingga mereka merasa bahwa eksistensi mereka diakui, contohnya seperti diterima dan lebih percaya diri dalam pergaulan, lebih optimis dalam mencapai karier gemilang, serta yang paling indah di masa-masa tersebut adalah dapat menarik perhatian lawan jenis dan mendapatkan cinta. Karena itu, apabila diperhatikan dengan seksama di iklan-iklan audio visual Pond’s ada sisipan pesan yang berhubungan dengan romantika atau cinta agar menjadi lebih meyakinkan terhadap konsumen.
Dan jika dilihat dari segi manfaat produk maka memang cocok untuk wanita dewasa. Seperti yang sudah diterangkan diatas bahwa Pond’s Flawless White ini membantu untuk kulit tampak lebih putih dan menyamarkan noda hitam dan bekas jerawat. Cocok sekali dengan problem yang dimiliki wanita pada masa dewasa ini.
Selain itu, dari segi financial karena harga dari krim Pond’s Flawless White ini cukup mahal,karena itu untuk itu produk ini kebanyakan diminati oleh wanita yang secara financial mempunyai penghasilan sendiri.
Dan di dalam iklan media cetak tersebut dapat ditujukan bahwa target pemasaran produk Pond’s adalah wanita dewasa adalah dengan digunakannya model iklan yang cantik dengan kulit yang putih dan bersih dan tentunya model tersebut berkisar antara umur 21thn.
Jadi sudah dapat diketahui bahwa iklan di bawah ini menujukan targetnya kepada wanita dewasa berkisar umur 20-30thn.
